Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Perjanjian Militer RI–AS: Antara Kepentingan Strategis atau Ketergantungan?

 Perjanjian Militer RI–AS: Antara Kepentingan Strategis atau Ketergantungan? Oleh Ismail, S.Pd., M.M. (Ketua Pusat Studi Isra Foundation)  Jakarta – Penandatanganan sejumlah kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali memunculkan perdebatan publik. Di satu sisi, pemerintah menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan nasional. Namun di sisi lain, kritik tajam muncul dari berbagai kalangan yang menilai bahwa arah kebijakan tersebut justru berpotensi menyeret Indonesia ke dalam bayang-bayang kepentingan geopolitik Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas hubungan militer Indonesia–Amerika Serikat meningkat, mulai dari latihan bersama, bantuan alutsista, hingga pertukaran pendidikan militer. Pemerintah berargumen bahwa kerja sama ini penting untuk modernisasi pertahanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia TNI. Namun demikian, Ismail, Ketua Pusat Studi Isra Foundation, menilai bahwa kerja sama tersebut tidak bisa d...

Postingan Terbaru

America Stumbles Before Iran, A Hegemony Crumbling on the Battlefield By Ismail SPd. MM

Kritik Retorative Justice : Ketika Hukum Positif Dipertanyakan Legitimasi Moral dan Sosialnya. Oleh Ismail SPd. MM ( Ketua Pusat Studi

Analisis Program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam Perspektif Kebijakan Publik dan Risiko Kegagalan Implementasi

WFA & WFH PNS: Efisiensi atau Erosi Pelayanan Publik?

INDONESIA DI AMBANG DISINTEGRASI: NEGARA BESAR, FONDASI RAPUH

Bayang-Bayang Jokowi di Istana Prabowo: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?

Iran vs Amerika–Israel: Retaknya Hegemoni dan Ilusi Stabilitas Global oleh: Ismail, Ketua Pusat Studi Sosial Ekonomi Isra Foundation

Silaturahmi di Istana dan Ujian Substansi Demokrasi

Kebenaran Suatu Hasil Berakhir pada Permintaan Maaf: Studi Kasus Rismon Sianipar dalam Perspektif Penelitian Ilmiah Oleh : Ismail. SPd. MM

Urgensi Rolling Menteri Luar Negeri, Sekretaris Kabinet, dan Sekretaris Negara: Evaluasi Strategis terhadap Lingkar Inti Kekuasaan