Teori Human Image dalam Strategi Marketing Politik Studi Kasus Pencitraan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2014

Teori Human Image dalam Strategi Marketing Politik Studi  Kasus Pencitraan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2014

Oleh: Ismail, S.Pd., M.M

Abstrak

Perkembangan komunikasi politik modern menunjukkan bahwa strategi pemasaran politik tidak hanya menitikberatkan pada program kebijakan, tetapi juga pada pembentukan citra personal kandidat. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Human Image Theory, yaitu strategi membangun citra kemanusiaan seorang pemimpin agar terlihat dekat dengan rakyat, sederhana, dan responsif terhadap persoalan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori human image dalam strategi marketing politik pada kampanye Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komunikasi politik dan marketing politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencitraan yang menekankan kedekatan sosial, kesederhanaan, dan empati terhadap rakyat mampu membangun identifikasi emosional antara kandidat dan pemilih. Strategi ini terbukti efektif dalam memperkuat legitimasi politik serta meningkatkan elektabilitas kandidat dalam kontestasi demokrasi modern.

Kata kunci:human image, marketing politik, pencitraan politik, komunikasi politik, elektabilitas.

Pendahuluan

Dalam sistem demokrasi modern, kampanye politik mengalami transformasi signifikan seiring berkembangnya media massa dan teknologi komunikasi. Politik tidak lagi semata-mata berorientasi pada ideologi dan program kebijakan, tetapi juga pada strategi komunikasi dan pemasaran politik

Konsep political marketing menempatkan kandidat politik sebagai sebuah “produk politik” yang harus dikomunikasikan kepada pemilih melalui berbagai strategi branding dan positioning. Salah satu pendekatan penting dalam strategi ini adalah Human Image Theory, yaitu pembentukan citra pemimpin yang memiliki karakter manusiawi, dekat dengan masyarakat, dan memahami persoalan rakyat.

Fenomena ini terlihat jelas dalam strategi kampanye Joko Widodo yang dikenal dengan gaya kepemimpinan sederhana dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Strategi tersebut menjadi bagian penting dalam proses komunikasi politik pada Pemilihan Presiden Indonesia 2014.

Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teori human image digunakan dalam strategi marketing politik serta bagaimana dampaknya terhadap persepsi publik dan elektabilitas kandidat.

Tinjauan Teori

 Teori Marketing Politik

Konsep marketing politik berkembang dari teori pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler yang menekankan bahwa pemasaran tidak hanya berlaku dalam dunia bisnis, tetapi juga dapat diterapkan dalam komunikasi politik. Dalam konteks ini, kandidat politik diposisikan sebagai produk yang harus dikomunikasikan kepada publik melalui strategi branding yang efektif.

Menurut Bruce I. Newman, marketing politik mencakup beberapa elemen utama, yaitu:

1. Positioning kandidat

2. Branding politik

3. Komunikasi media

4. Manajemen persepsi publik

Teori Human Image

Teori Human Image dalam komunikasi politik menekankan pentingnya pembentukan citra pemimpin yang memiliki karakter manusiawi dan dekat dengan masyarakat.

Citra ini biasanya dibangun melalui beberapa dimensi utama:

1. Kesederhanaan pribadi

2. Kedekatan sosial dengan masyarakat

3. Empati terhadap masalah publik

4. Komunikasi langsung dengan rakyat

Pendekatan ini bertujuan menciptakan emotional bonding antara kandidat dan pemilih sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan kandidat.

 Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dalam kajian komunikasi politik.

Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif

 yang bertujuan menjelaskan fenomena strategi pencitraan politik dalam kampanye pemilihan presiden.

 Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini diperoleh melalui beberapa sumber, yaitu:

1. Analisis media terhadap pemberitaan kampanye politik.

2. Studi literatur dari jurnal, buku komunikasi politik, dan kajian marketing politik.

3. Dokumentasi kampanye politik dalam pemilihan presiden.

 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui tahapan:

1. Reduksi data

   Mengidentifikasi bentuk strategi human image dalam kampanye politik.

2. Klasifikasi data

   Mengelompokkan strategi komunikasi yang berkaitan dengan citra kemanusiaan kandidat.

3. Interpretasi data

   Menganalisis pengaruh strategi human image terhadap persepsi publik dan elektabilitas kandidat.

Hasil dan Pembahasan

Strategi Human Image dalam Kampanye

Strategi human image dalam kampanye Joko Widodo terlihat melalui beberapa pendekatan komunikasi politik.

 Politik Blusukan

Salah satu strategi yang paling dikenal adalah blusukan, yaitu kunjungan langsung ke masyarakat di pasar, kampung, dan daerah terpencil. Strategi ini membangun citra pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.

 Simbol Kesederhanaan

Kesederhanaan menjadi bagian penting dalam pembentukan citra kandidat. Hal ini terlihat dari gaya berpakaian sederhana, komunikasi informal dengan masyarakat, serta pendekatan kepemimpinan yang tidak elitis.

Narasi Kepemimpinan dari Rakyat

Narasi politik yang dibangun adalah bahwa kandidat berasal dari latar belakang rakyat biasa yang berhasil mencapai posisi kepemimpinan nasional. Narasi ini menciptakan hubungan emosional antara kandidat dan pemilih.

Pengaruh Human Image terhadap Elektabilitas

Strategi human image memiliki beberapa dampak penting dalam komunikasi politik:


1. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap kandidat

2. Membangun kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat

3. Memperkuat identifikasi pemilih terhadap kandidat

Dalam konteks Pemilihan Presiden Indonesia 2014, strategi ini menjadi salah satu faktor penting dalam membangun dukungan elektoral bagi pasangan Joko Widodo dan Yusup Kalla 

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa Human Image Theory memiliki peran penting dalam strategi marketing politik modern. Pembentukan citra pemimpin yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan memiliki empati sosial mampu mempengaruhi persepsi publik terhadap kepemimpinan seorang kandidat.

Kasus kampanye Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2019 menunjukkan bahwa strategi human image dapat digunakan secara efektif untuk membangun legitimasi politik dan meningkatkan elektabilitas kandidat.

Namun demikian, keberhasilan strategi pencitraan politik tetap harus diimbangi dengan kinerja pemerintahan yang nyata agar citra kepemimpinan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Daftar Pustaka

Kotler, Philip. 2003. Marketing Management. New Jersey: Prentice Hall.

Newman, Bruce I. 1999. The Mass Marketing of Politics. California: Sage Publications.

Nimmo, Dan. 2001. Komunikasi Politik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Cangara, Hafied. 2014. Komunikasi Politik. Jakarta: Rajawali Pers.



*

Komentar