Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

MBG Berlari Terlalu Cepat: Ketika Ambisi Nasional Mendahului Kesiapan Sistem " Oleh: Ismail, S.Pd., M.M.

 " MBG Berlari Terlalu Cepat: Ketika Ambisi Nasional Mendahului Kesiapan Sistem "  Oleh: Ismail, S.Pd., M.M. Peneliti Sosial Ekonomi Isra Foundation Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari gagasan yang secara moral sulit ditolak: memastikan anak-anak Indonesia memperoleh makanan yang bergizi, sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Tetapi program dengan niat baik tidak otomatis menjadi program dengan tata kelola baik. Di sinilah persoalan MBG harus dibicarakan secara lebih terbuka. Apakah negara sedang membangun sebuah sistem pangan-gizi nasional yang matang, atau sedang mengejar target distribusi sebelum seluruh fondasi kelembagaannya benar-benar siap? Pertanyaan ini penting karena MBG bukan sekadar membagikan makanan. MBG adalah sistem raksasa yang menggabungkan kebijakan gizi, pengadaan pangan, logistik, keamanan pangan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, manajemen SDM, teknologi informasi, pengawasan dan penggunaan anggaran negara.n Ke...

Postingan Terbaru

RUU Perampasan Aset: Senjata Melawan Korupsi atau Celah Penyalahgunaan Kekuasaan?

Etika Stunting Menjadi KPI: Antara Kesehatan Anak dan Politik Data Pembangunan

BUMN Dipangkas, Politik Jangan Sekadar Pindah Kursi

Efisiensi Politik versus Kedaulatan Rakyat: Menguji Gagasan Besar Rekonstruksi Sistem Ketatanhegaraan Indonesia ( Wacana 3 Partai Politik)

Masuknya Naniek S. Deyang dan Reposisi di BGN Dinilai Bagian dari Bersih-Bersih Prabowo terhadap Mekanisme Bermasalah

Isra Foundation: Kritik Amien Rais Jadi Alarm Kemunduran Demokrasi Nasional

Perjanjian Militer RI–AS: Antara Kepentingan Strategis atau Ketergantungan?

America Stumbles Before Iran, A Hegemony Crumbling on the Battlefield By Ismail SPd. MM

Kritik Retorative Justice : Ketika Hukum Positif Dipertanyakan Legitimasi Moral dan Sosialnya. Oleh Ismail SPd. MM ( Ketua Pusat Studi

Analisis Program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam Perspektif Kebijakan Publik dan Risiko Kegagalan Implementasi