Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Efisiensi Politik versus Kedaulatan Rakyat: Menguji Gagasan Besar Rekonstruksi Sistem Ketatanhegaraan Indonesia ( Wacana 3 Partai Politik)

Oleh Ismail, S.Pd., M.M. Indonesia memasuki era ketika biaya demokrasi semakin mahal, fragmentasi politik semakin tajam, dan efektivitas pemerintahan sering kali terjebak dalam tarik-menarik kepentingan partai politik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem politik dan ketatanegaraan yang lahir dari Reformasi 1998 masih mampu menjawab tantangan zaman, atau justru membutuhkan rekonstruksi untuk menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif, stabil, dan berorientasi pada kepentingan nasional?** Selama lebih dari dua dekade reformasi, Indonesia berhasil membangun sistem demokrasi multipartai yang menjamin kebebasan politik dan memperluas partisipasi rakyat. Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul berbagai persoalan yang tidak dapat diabaikan. Fragmentasi kekuatan politik menyebabkan koalisi pemerintahan cenderung bersifat pragmatis dan transaksional. Politik biaya tinggi, perebutan kekuasaan, serta lemahnya konsolidasi kebijakan nasional menjadi tantangan yan...

Postingan Terbaru

Masuknya Naniek S. Deyang dan Reposisi di BGN Dinilai Bagian dari Bersih-Bersih Prabowo terhadap Mekanisme Bermasalah

Isra Foundation: Kritik Amien Rais Jadi Alarm Kemunduran Demokrasi Nasional

Perjanjian Militer RI–AS: Antara Kepentingan Strategis atau Ketergantungan?

America Stumbles Before Iran, A Hegemony Crumbling on the Battlefield By Ismail SPd. MM

Kritik Retorative Justice : Ketika Hukum Positif Dipertanyakan Legitimasi Moral dan Sosialnya. Oleh Ismail SPd. MM ( Ketua Pusat Studi

Analisis Program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam Perspektif Kebijakan Publik dan Risiko Kegagalan Implementasi

WFA & WFH PNS: Efisiensi atau Erosi Pelayanan Publik?

INDONESIA DI AMBANG DISINTEGRASI: NEGARA BESAR, FONDASI RAPUH

Bayang-Bayang Jokowi di Istana Prabowo: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?

Iran vs Amerika–Israel: Retaknya Hegemoni dan Ilusi Stabilitas Global oleh: Ismail, Ketua Pusat Studi Sosial Ekonomi Isra Foundation