Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Silaturahmi di Istana dan Ujian Substansi Demokrasi

 Pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto di Istana Negara pada bulan Ramadhan 1447 H menyita perhatian publik. Dalam suasana yang sarat nilai religius dan kebersamaan, pertemuan tersebut dengan cepat dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi politik dan kedewasaan elite nasional. Di tengah dinamika pasca kontestasi politik, pesan seperti ini tentu penting. Publik membutuhkan tanda-tanda bahwa stabilitas tetap terjaga, bahwa komunikasi antar-elite berjalan, dan bahwa perbedaan politik tidak berujung pada fragmentasi berkepanjangan.Namun, dalam demokrasi yang sehat, setiap simbol selalu menuntut pembacaan yang lebih dalam.  Tidak dapat dipungkiri bahwa pertemuan di Istana memiliki daya simbolik yang kuat. Ia mengirimkan pesan stabilitas, kesinambungan, dan bahkan harapan akan berakhirnya polarisasi politik. Dalam tradisi politik Indonesia, khususnya di bulan Ramadhan, silaturahmi antar tokoh kerap menjadi ruang untuk meredakan ketegangan. Dalam konteks ini, langk...

Postingan Terbaru

Kebenaran Suatu Hasil Berakhir pada Permintaan Maaf: Studi Kasus Rismon Sianipar dalam Perspektif Penelitian Ilmiah Oleh : Ismail. SPd. MM

Urgensi Rolling Menteri Luar Negeri, Sekretaris Kabinet, dan Sekretaris Negara: Evaluasi Strategis terhadap Lingkar Inti Kekuasaan

Skenario Perebutan Kekuasaan Indonesia 2029: Analisis Elite Politik Oleh: Ismail S.Pd., M.M

Teori Human Image dalam Strategi Marketing Politik Studi Kasus Pencitraan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden Indonesia 2014

Mengenal Konsep Kepemimpinan dalam Perspektif Syi’ah: Kajian Teologis dan Pandangan Ulama Syi’ah

Bangsa Indonesia Krisis Pemimpin Amanah Oleh: Ismail, S.Pd., M.M

Apakah Indonesia Akan Hilang dari Peta Dunia Tahun 2030? Kajian Strategis dari Perspektif Sosial Ekonomi dan Pola Kepemimpinan

Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika: Bentuk Ujian Kedaulatan Ekonomi Kabinet Prabowo

Kepercayaan Pemerintah Iran terhadap diplomasi Jusuf Kalla dalam menghadapi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel Sebagai lemahnya Diplomasi Menteri Luar Negeri

The US Attack on Iran Neglected to Prioritize Iran's Military Strength by Ismail SPd. MM – Social Science